Pertama Kalinya Ke Malinau

Diposting oleh Benny Imantria on Minggu, 31 Juli 2016

Malinau itu nama salah satu kabupaten di Kalimantan Utara. Dari beberapa informasi yang ku dapat, nama Malinau sendiri berarti memasak sagu. Mal itu memasak dan Inau adalah pohon sagu/aren. Entah benar atau salah. Hahaha..

Jadi ceritanya dulu itu ada penjajah Belanda yang datang dan menanyakan nama sungai daerah itu menggunakan bahasa mereka. Nah, karena penduduk lokal tidak paham apa maksudnya dan kebetulan mereka sedang mengolah sagu, ya asal saja lah mereka jawab Malinau sambil menunjukan hasil olahan sagunya.

Menurutku lokasi Malinau cukup jauh ditempuh. Menurutku juga, saat tulisan ini diketik, Malinau berada diposisi terpelosok dari beberapa kabupaten yang ada di Kalimantan. Betapa tidak? Coba nih tengok petanya. Cukup jauh dipedalaman bukan?

Malinau


Aku kemarin ke Malinau dalam rangka tugas dinas. Alhamdulillah, sekali lagi dengan tumpangan tugas negara aku bisa jalan-jalan ke daerah di Kalimantan. Hahaha..

Malinau

Perjalanan ku tempuh dalam waktu tiga jam dari Tarakan menggunakan speedboat. Medan yang dilalui pun cukup berat. Bayangkan saja, kita harus menyusuri sungai selama berjam-jam dengan rintangan balok-balok kayu yang mengapung hampir di sepanjang sungai. Kenapa bisa ada banyak balok kayu yang mengapung? Ya itu karena pohon tua di pinggir daratan yang sudah roboh dan kemudian hanyut ke sungai. Karena letak sungai yang jauh dari laut, akhirnya sampah pepohonan itu terombang ambing di sungai dalam waktu yang relatif lama dan terakumulasi dari sekian banyaknya pohon di daerah itu. Ngeri bukan?

Pelabuhan Malinau

Pelabuhan Malinau

Sesampainya di Pelabuhan Malinau, dari jauh tampak biasa saja. Memang sih, Malinau saat ini masih sepi. Beda dengan Tarakan, apalagi Jawa. Di daerah pusat kantor pemerintahan saja masih lengang. Masih banyak lahan rawa. Padahal itu pusat kota lho, katanya. Jarak antar rumah pun masih lebar dan berjauhan. Bahkan di Jalan Pusat Pemerintahan sengaja dibuat lebar menyerupai desain runway pesawat karena memang di sana sengaja dibuat demikian untuk landasan pacu pesawat tempur TNI jika Indonesia menghadapi perang. Weleh-weleehh.. Sampai sebegitu preventifnya.

Jalan Pusat pemerintahan malinau

Penduduk asli tentu Suku Dayak. Ada juga sih beberapa pendatang. Bahkan penduduk asli Suku Dayak di Malinau tersohor dengan kecantikan dan kulit putihnya. Orang biasa bilang mereka itu ibarat singkong dikupas! Waow, putih-putih banget memang.. Asli, aku saksi hidupnya.

Sayangnya aku di sana hanya dua hari. Eh, tapi jangan lama-lama juga sih. Hahaha..
Maksudnya untuk menikmati keseluruhan Malinau itu sangat kurang. Ya tapi tidak masalah lah. Toh lain waktu juga ada kesempatan untuk balik mengunjunginya lagi. Hehe..
More aboutPertama Kalinya Ke Malinau

Momen Yang Tertinggal

Diposting oleh Benny Imantria on Minggu, 17 Juli 2016

Waah,, lama nih gak nulis lagi. Banyak momen yang terlewat, tata bahasa juga mulai berantakan. Itulah kira-kira yang ku rasakan sekarang. Hehe..

hilang

Sayaang banget, sayang sayang sayaaangg banget momennya kelewatan. Padahal sebelumnya ada beberapa momen yang menurutku itu cocok dan bakal ngangenin kalau didokumentasikan dengan baik. Misal, lebaran. LE-BA-RAN. Iya, itu momen langka yang cuma terulang setahun sekali. Huhuhu..

Tapi ya sudahlah. Gak perlu berlama-lama larut dalam kesedihan. Seperti kata orang, selalu ada hikmah disetiap kejadian. Yaa.

Sekarang hanya perlu mendisiplinkan diri dan menggali kepekaan atas setiap momen yang terjadi. Dicatat yang rapi, supaya bisa dinikmati di masa depan nanti. Aamiin..

Semangat!
More aboutMomen Yang Tertinggal