Pesan Pernikahan dari Pak Ritno

Diposting oleh Benny Imantria on Minggu, 30 Agustus 2015

Hari ini seperti biasanya. Setelah subuhan, bangun pagi agak siang. Tapi, ada satu kejadian yang tak disangka sebelumnya dan itu seperti oase di padang gurun.

Pesan Pernikahan

Sekitar jam setengah sembilan pagi, Pak Suritno, Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Tarakan mengirimkan pesan melalui WhatsApp. Apa isi pesannya? Tentang pernikahan, tepatnya peran istri dalam rumah tangga. Pas lah dengan keadaanku sekarang yang sedang galau. Hahaha.. Kok bapaknya bisa tahu? Aku pun tidak tahu. Hheee.. Yang jalas bapaknya baik serta humoris dan mungkin saja diam-diam senang memperhatikan orang. Hahahaha..

Ini loh pesannya.

RUMAH TANPA ISTERI IBARAT MALAM TANPA REMBULAN

Ustadz Abdullah Hadrami,
Isteri adalah pengganti ibu yang sangat dibutuhkan setiap lelaki, karena laki-laki itu, siapapun dia, setinggi apapun ilmu dan kedudukannya tetap saja dia adalah lelaki yang tidak lain hanyalah;
‘Anak Kecil Bertubuh Besar [Thiflun Kabir]’.

Cara memahami laki-laki itu sama persis dengan cara memahami anak kecil.
Suami yang lelah bekerja dan beraktivitas di luar rumah merasa bahagia ketika telah pulang ke rumah karena mendapatkan apa yang ia inginkan dari isterinya..

Bersama isteri, suami mendapatkan sakinah, yaitu; ketenangan, ketenteraman dan kedamaian.
Dalam rumah tangga ada mawaddah wa rahmah, yaitu; cinta dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan setiap insan.
Sungguh benar firman Allah dalam surat 30 Ar-Ruum ayat 21 yang artinya;
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Isteri ibarat “pakaian” bagi suami yang memberikan kehangatan, kenyamanan, menutupi keburukan dan memperindah suaminya.
“Di balik laki-laki yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu isterinya.”

Kata orang Jawa, isteri itu adalah “garwo” sigare nyowo atau separuh jiwa.
Isteri adalah partner dan mitra suami, ia ada untuk menyempurnakan iman dan hidup kita agar hidup kita menjadi semakin “hidup”.

Terima Kasih Cinta..
Diantara jasa-jasa Isteriku;
1. Mau menikah denganku.
2. Menyelamatkanku dari perbuatan terlarang.
3. Setia menemani dan membantuku dalam suka dan duka.
4. Mengandung, melahirkan dan menyusui anak-anakku.
5. Menjadi madrasah bagi anak-anakku.
6. Sabar merawat anak-anakku dalam segala keadaan, ketika mereka sehat atau sakit.
7. Menjadi pelengkap hidupku…Dll..

Ya Allah, kumpulkan kami di dunia ini sampai di Jannah Firdaus, memandang WajahMu yang Maha Mulia dan mendapat ridhaMu tanpa kemurkaanMu selamanya.. Ya Robb..
Uhibbuki Ya Zaujati.. Jazakillah Khoir Wa Barokalloh Fiik.

Intinya adalah bagaimana istri mampu mendukung dan melengkapi sebuah rumah tangga hingga tercipta pernikahan yang sakinah, mawadah, warahmah lewat perannya sebagai ibu rumah tangga yang baik dan benar. Dan, jangan lupa untuk saling mendukung, menghargai, dan menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing. Karena menikah itu untuk saling melengkapi tho?

A perfect marriage is about two imperfect people who never give up on each others. They always try to keep their happy marriage with love, struggle, patient, honest, and other of good habits until end of the time. They always walk together dan loving forever.

{ 3 komentar... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

hmm...

Anonim mengatakan...

apa kata Pak Ritno, itu semua benar mas :)

Anonim mengatakan...

Nggana

Posting Komentar