Roti’O dan Rotiboy

Diposting oleh Benny Imantria on Sabtu, 23 Mei 2015

Awalnya penasaran dengan kedua merk roti ini. Kenapa? Keduanya punya bentuk roti, nama merk, logo merk, hingga cara penjualan, cara makan, dan harga yang hampir mirip!

Bentuk keduanya sama-sama bulat dan berwarna gelap, ukurannya pun sama besar. Nama merk? Satu Roti’O, satunya lagi Rotiboy. Logo merknya? Hampir sama lho sekilas. Roti’O berlogo koki pria gendut berkumis sambil pegang hidangan makanan, sementara Rotiboy koki pria kurus yang tidak memegang apa-apa. Haha. Tapi keduanya sama-sama senyum. Baik Roti’O maupun Rotiboy dijual dengan kemasan satuan, artinya satu bungkus untuk satu roti saja. Dalam petunjuk cara penyajian sebelum makan pun dijelaskan jika keduanya perlu dipanggan terlebih dahulu dalam waktu dan suhu tertentu untuk mendapatkan roti yang renyah, jika sebelumnya dibeli dalam jangka waktu cukup lama. Bagaimana dengan harganya? Hampir sama juga kok, di Tarakan Roti’O Rp9.500,00, sedangkan Rotiboy Rp10.500,00.

Roti'O dan Rotiboy

Namun, kira-kira ada perbedaan yang mencolok tidak ya di antara keduanya? Ada sih, ini dia.

1. Sertifikasi halal.
Roti’O belum mencantumkan sertifikasi halal pada kemasannya, sedangkan Rotiboy sudah. Mungkin terlihat sepele, tapi justru ini salah satu poin penting dalam membeli makanan. Bukankah kita sangat perlu untuk memastikan makanan yang akan dimakan terjamin kehalalannya menurut agama?

2. Rasa.
Roti’O cenderung memiliki rasa cokelat manis, sedangkan Rotiboy didominasi dengan rasa menteganya yang kuat. Yang pasti, setelah aku beli keduanya tadi dan langsung ku makan, rasanya agak enek. Setidaknya perlu dua gelas air putih untuk menghilangkannya. Mungkin dasarnya orang kampung sih ya. Hahaha..

Secara umum keduanya sama-sama enak. Cocok untuk disantap dengan teh atau kopi sembari ngobrol dengan teman atau keluarga hingga bersantai sendirian.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar