Hidup Harus Selalu Bersyukur

Diposting oleh Benny Imantria on Sabtu, 30 Mei 2015

Awalnya waktu itu iseng main di luar kantor. Siang hari sih. Ternyata panas, banget! Itu kemarin. Tadi, atau siang ini, beda lagi. Siang ini cuacanya mendung dan mulai hujan. Apa sih uniknya?

Kemarin aku kepanasan di luar kantor. Padahal Cuma sebentar dan aku yakin tidak lebih dari 10 menit. Tapi setelah berteduh dan masuk kantor, ceesss.. Adem rasanya. Kasihan rasanya melihat orang-orang yang panas-panasan mencari uang di luar sana, termasuk juga bapakku.

Lalu hari ini aku melihat pemandangan di luar kantor yang sedang hujan, sementara di dalam aku merasa nyaman karena badanku kering dan masih bersih dari kotoran jalanan. Beda dengan yang lain di mana mereka tetap menjalankan rutinitas kerjanya meski harus menerjang derasnya hujan dan dinginnya udara siang.

KPPN Tarakan

KPPN Tarakan

KPPN Tarakan

Berkaca pada dua hal di atas, aku sontak termenung. Sambil bertanya apakah aku pantas ya dapat pekerjaan seperti ini? Padahal kontribusiku dalam bekerja juga rata-rata. Aku anggap saja ini hadiah dari Allah karena aku dianggap layak menjalankannya. Alhamdulillah, aku bersyukur karena telah bekerja di tempat yang nyaman. Bukan semata-mata dari segi lingkungan, tetapi juga dari segi apa yang dikerjakan, rekan kerja, tantangan kerja, karir kerja, hingga penghasilan yang membuatku semakin bertambah syukur dan bersemangat.

Itu semua serasa tamparan keras ketika beberapa waktu lalu aku sempat mengeluh dengan apa yang aku terima jika dibandingkan kelebihan yang diterima orang lain di luar sana. Hidup tidak boleh selalu menengok ke atas, ada kalanya kita juga perlu melihat ke bawah agar kita bersyukur dengan apa saja yang telah kita peroleh.

Ruang Kerja KPPN Tarakan




Terima kasih Ya Allah, engkau telah membukakan pintu hati dan pikiranku untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmatMu, serta menjaga diri agar selalu istiqomah di jalanmu. Kini, aku akan berusaha sebaik mungkin agar selalu rajin beribadah dan bisa memberikan kinerja terbaik sebagai bukti atas nikmat yang telah kau berikan.
More aboutHidup Harus Selalu Bersyukur

Jodohku Siapa?

Diposting oleh Benny Imantria on Rabu, 27 Mei 2015

Lama aku menjalani kisah cinta, memikirkan tentang apa yang sebenarnya dimaksud dengan jodoh. Orang bilang jodoh itu belahan jiwa. Mereka juga bilang jodoh itu akan datang pada waktu dan orang yang tepat. Semisterius itu kah?

Jodoh

Saat ini aku jomblo lagi, kembali sendiri tanpa pasangan yang mendampingi. Sudah ada 3 wanita yang ku dekati, tapi selalu gagal. Mungkin mereka bukan jodohku. Iya, karena nyatanya kami berpisah. 7 tahun lamanya sejak 2008 aku mulai mengenal mereka. Tapi yah, mungkin mereka semua bukan jodohku.

Sebenarnya apa yang sih aku cari? Wanita macam apa yang nantinya akan menjadi jodohku, yang saat ini menjadi belahan jiwaku, dan akan menjadi ibu dari anak-anakku nanti? Aku juga tidak tahu. Pusing menebak-nebaknya.

Aku pikir yang seperti idamanku, dialah yang ku cari. Tapi memang Allah itu benar, tidak semua yang aku inginkan akan menjadi yang terbaik bagiku. Karena itu, setiap kali aku dekat dengan wanita, yang nyatanya dia bukan jodohku, langkah kami serasa sulit. Hingga akhirnya kamipun bubar di tengah jalan. Rusak semuanya.

Kalau boleh menyalahkan, mungkin ada satu yang kurang dariku. Apa? Selama ini aku lupa jika campur tangan Allah juga menyertai perjalananku ini. Sudah saatnya aku tidak terlalu egois. Sudah saatnya aku tidak terlalu memaksakan kehendak dan berprinsip pada idealisme yang bodoh!

Tidak setiap wanita itu bisa menjadi seperti yang kita mau tho? Mereka juga punya jati diri dan kehidupannya sendiri. Sudah sepantasnya jika pasangan itu saling mengisi dan melengkapi kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Siapa tahu, wanita yang menurutku tidak pas, ternyata berjodoh dengan ku. Mungkin Allah punya rahasia lain yang menjadikan wanita itu sempurna bagiku. Tapi siapakah dia? Kapan kami akan bertemu dalam keadaan yang saling mencintai? Entahlah. Biar kunikmati perjalanan ini hingga waktunya tiba. Toh aku juga diberi waktu untuk memantaskan diri agar serasi dengannya kan?

Semoga setiap langkah yang aku tempuh selalu mendapat bimbingan dari Allah, hingga nikmat yang dihasilkan selalu membawa berkah bagi kami. Aamiin..
More aboutJodohku Siapa?

Roti’O dan Rotiboy

Diposting oleh Benny Imantria on Sabtu, 23 Mei 2015

Awalnya penasaran dengan kedua merk roti ini. Kenapa? Keduanya punya bentuk roti, nama merk, logo merk, hingga cara penjualan, cara makan, dan harga yang hampir mirip!

Bentuk keduanya sama-sama bulat dan berwarna gelap, ukurannya pun sama besar. Nama merk? Satu Roti’O, satunya lagi Rotiboy. Logo merknya? Hampir sama lho sekilas. Roti’O berlogo koki pria gendut berkumis sambil pegang hidangan makanan, sementara Rotiboy koki pria kurus yang tidak memegang apa-apa. Haha. Tapi keduanya sama-sama senyum. Baik Roti’O maupun Rotiboy dijual dengan kemasan satuan, artinya satu bungkus untuk satu roti saja. Dalam petunjuk cara penyajian sebelum makan pun dijelaskan jika keduanya perlu dipanggan terlebih dahulu dalam waktu dan suhu tertentu untuk mendapatkan roti yang renyah, jika sebelumnya dibeli dalam jangka waktu cukup lama. Bagaimana dengan harganya? Hampir sama juga kok, di Tarakan Roti’O Rp9.500,00, sedangkan Rotiboy Rp10.500,00.

Roti'O dan Rotiboy

Namun, kira-kira ada perbedaan yang mencolok tidak ya di antara keduanya? Ada sih, ini dia.

1. Sertifikasi halal.
Roti’O belum mencantumkan sertifikasi halal pada kemasannya, sedangkan Rotiboy sudah. Mungkin terlihat sepele, tapi justru ini salah satu poin penting dalam membeli makanan. Bukankah kita sangat perlu untuk memastikan makanan yang akan dimakan terjamin kehalalannya menurut agama?

2. Rasa.
Roti’O cenderung memiliki rasa cokelat manis, sedangkan Rotiboy didominasi dengan rasa menteganya yang kuat. Yang pasti, setelah aku beli keduanya tadi dan langsung ku makan, rasanya agak enek. Setidaknya perlu dua gelas air putih untuk menghilangkannya. Mungkin dasarnya orang kampung sih ya. Hahaha..

Secara umum keduanya sama-sama enak. Cocok untuk disantap dengan teh atau kopi sembari ngobrol dengan teman atau keluarga hingga bersantai sendirian.
More aboutRoti’O dan Rotiboy