Menulis Untuk Dokumentasi dan Eksistensi Diri

Diposting oleh Benny Imantria on Sabtu, 21 Februari 2015

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Berawal dari pepetah itu aku mulai berpikir tentang pentingnya menulis. Apa iya sih menulis itu sebegitu pentingnya?

Penting karena memang kita bisa mengabadikan ilmu untuk diwariskan kepada orang lain. Betul juga karena peralihan zaman prasejarah ke zaman sejarah itu ditandai dengan ditemukannya tulisan. Jadi tulisanlah yang mengubah zaman. Bisa dibilang tulisan yang kita buat ini mencerminkan betapa majunya peradaban kita dan bagaimana kemajuan itu bisa mendorong ke taraf kehidupan yang lebih baik di peradaban manusia selanjutnya.

Tapi bagiku semua itu tidak penting. Maksudnya lebih tepatnya ya terlalu muluk-muluk lah meski realitanya memang demikian.

Blog Benny Imantria

Bagiku menulis di blog ini hanya semata-mata untuk mendokumentasikan apa-apa saja yang penting. Sehingga, kelak saat aku sudah tua dan ingin mengenang masa-masa dulu, semua sudah terangkum dengan baik. Benar kan?


Entah itu peristiwa membahagiakan atau menyedihkan, ada manfaat lainnya juga yang bisa ku ambil untuk waktu sekarang itu. Semangat, evaluasi, dan perbaikan diri. Yah, betul itu.

Gaya menulisku pun juga menyimpang dari EYD. Mengapa? Karena yang baku itu membosankan. Beneran deh. Pertama kurang mengalir karena harus dipaksakan sesuai kaidah. Kedua semacam ada beban bagi penulisnya. Ketiga kurang pas sepertinya dengan tipe blog dokumentasi pribadi semacam ini. Jadi? Biarkan saja rangkaian kata ini itu mengalir mengikuti arus pemikiran dan perasaan yang ingin dicurahkan. Itu lebih mudah dilakukan dan jauh lebih menyenangkan. Hahaha..

Beda dengan awal aku menjadi blogger yang seperfeksionis dengan menerapkan berbagai trik menulis, sekarang semuanya bebas. Tidak ada lagi yang namanya SEO, jumlah katanya dalam satu artikel, trik paragraf pembuka, trik judul yang memikat, hingga komposisi gagasan utama per paragraf. Pokoknya sekarang semuanya bebas! Hehehe..

Karena sejatinya menulis itu juga untuk kesenangan, melepaskan penat. Kenapa harus menjadikannya sebagai beban kan?

Laptop ASUS A43E

Terima kasih kepada Laptop ASUS A43E yang selalu menemani kegiatan menulisku ini. Tutsnya itu lho enak. Nyaman sekali di jari. Selalu menggugah rindu untuk menyentuhnya.