Buah Di Jumat Malam

Diposting oleh Benny Imantria on Senin, 29 September 2014

Malam itu hari Jumat. Akhir pekan setelah 5 hari kerja bergelut dengan kebosanan di kantor, aku memutuskan untuk jalan-jalan santai di malam harinya guna melepas penat. Suasana Kota Tarakan di malam hari sangat ramai, apalagi di pusat kotanya. Kesempatan itu juga aku gunakan untuk menghafalkan beberapa tempat penting, sehingga apabila suatu saat ada keperluan aku akan mudah mencarinya.


Jalan, jalan, jalan sambil menikmati dinginnya udara malam aku terus memacu si adek motor kesayanganku menelusuri jalanan pusat kota. Entah kenapa, saat di Jalan Yos Sudarso perhatianku tiba-tiba tertuju pada kumpulan penjual buah di tepi jalan. Awalku ku pikir itu Durian dan Nangka. Tapi aku salah, ternyata tidak demikian.





Buah yang mirip Durian itu mereka sebut Elai, sedangkan yang mirip Nangka namanya Cempedak. Daripada penasaran, aku memutuskan untuk membelinya. Rasanya? Nyam nyam nyaam miriplah dengan keduanya. Harga Elai ukuran sedang Rp15.000,00, sedangkan Cempedak ukuran kecil hanya Rp5.000,00. Secara pribadi aku lebih suka Elai karena rasanya yang gurih, manis, dan praktis untuk dimakan.
More aboutBuah Di Jumat Malam

Awal Yang Indah

Diposting oleh Benny Imantria on Sabtu, 20 September 2014

Hari ini Selasa malam, jam 7 malam lebih 5 menit. Sambil mendengarkan musik mengejar surga nyanyian 3 semprul aku menulis unek-unek ini. Kok unek-unek sih? Iya, karena isinya yang sebagian besar masalah. Apa aku sedang mengeluh? Bukan, hanya berusaha rileks melepaskan penat lewat tulisan. Namanya juga manusia. Haha..

Apa sih masalahnya? Tarakan biaya hidupnya mahal. Sangat mahal. Apa iya sih beli aqua sampai 38 ribu? Di Jawa sana cuman 14 ribu loh. Bensin eceran 10 ribu. Makan pertama sama bapak habis 80 ribu untuk dua porsi. Padahal yah menunya tidak ada yang istimewa, hanya suwiran ayam tepung dan capcay yang rasanya nggak karuan. Kosan, ini yang paling gila. Harganya saingan sama Jakarta! Kos sebulan kok 800 ribuan lebih. What the..

rumah dinas kppn tarakan

rumah dinas kppn tarakan

rumah dinas kppn tarakan

Tapi untungnya sekarang sudah dapat rumah dinas. Enak ya? Alhamdulillah dengan segala kondisi yang ada aku selalu bersyukur, karena aku sih yakin ini semua yang terbaik sebagai pemberian dari Allah SWT. :)
Ada masalah sih sebenarnya. Satu, rumah dinas ini sebenarnya untuk Kasi MSKI. Berhubung kasinya belum ada karena ‘birokrasi’, yah aku dikasih kesempatan untuk menempatinya berdua sama mahdi temanku penempatan di KPPN Tarakan. Pak Rus pelaksana subbag umum yang pegang rumah tangga sudah ngasih informasi, kalau-kalau pak Kasi MSKI datang yah kita berdus mesti out kalau bapaknya berkenan tinggal di rumah itu. Kira-kira sih 4 bulan lagi.

Rumah dinasnya bagus ya? Bagus sih, cuman kotornya itu. Aku juga heran, padahal baru seminggu ditinggal kok sekotor itu tempatnya. Atapnya juga bocor, jadi kalau hujan pasti netes dari atas. Itu sih gampang dan murah biaya perbaikannya. Nah kalau yang bocor dari dalam ini yang mumet. Pipa besi PDAM bocor! Jadi waktu dinyalakan kerannya, airnya muncrat keluar dari bawah plesteran halaman depan rumah. We o we. Berapa ongkos perbaikannya? 800 ribu, itu pun setelah nego yang awalnya sejutaan lebih. Atapnya bagaimana? Aman? Big NO! Padahal Tarakan itu cuacanya susah diprediksi, tidak tergantung musim. Kadang dalam sehari siang panas terik, malam hujan deras, sebaliknya juga.

Yah. Itu lah segelintir awal yang baik, yang masih ada beberapa kenangan berkesan lainnya yang menguji mental untuk pendewasaan diri yang yang yang juga tidak mungkin aku jelaskan secara detail satu per satu. Semoga kedepannya aku tetap diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi semua ini. Apalagi kalau bukan demi terwujudnya cita-cita. Semua butuh perjuang dan pengorbanan bro! :D
More aboutAwal Yang Indah

Awal Merantau Kerja

Diposting oleh Benny Imantria on Jumat, 12 September 2014

Sejak 2009 aku sudah merantau ke Jakarta, tetapi untuk kuliah. Hari ini, aku akan merantau lagi. Bedanya, aku merantau bukan lagi untuk kuliah, tetapi kerja di Tarakan. Meski sudah terbiasa merantau, entah kenapa perantauan kali ini terasa beda. Rasanya berat meninggalkan yang ada saat ini. Tapi, itu semua tidak boleh menjadi halangan karena aku yakin dengan jika inilah jalan awal untuk menggapai cita-citaku.

barang bawaan

Dengan mengucapkan kalimat bismillahirrahmanirrahim, ku niatkan langkahku dalam perantauan ini untuk berusaha semaksimal mungkin demi terwujudnya cita-cita. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridha demi kemudahan dan keberhasilan. Aamiin..

12:52 WIB
Demak, 12 September 2014
BENNY IMANTRIA
More aboutAwal Merantau Kerja